Sunday, January 8, 2017

Teruntuk Kawanku di HMI: M. Adil Muktafa

Dil,
Kalimat ini kalimat biasa
Dia bukan puisi
Bukan pula prosa
Kalaupun disebut puisi
Itu sekedar puisi tanpa isi
Kalaupun disebut prosa
Itu sekedar cetusan rasa

DIl,...,
Saluran telah kita pilih, kan
HMI sebagai alat, bukan tujuan
Tapi rupanya,
Lain di niatan, lain di kejadian.

Kita yang menempati kamar idiil,
Yang ikut naik turun dalam degup jantungnya
Sudah masuk terlalu jauh.

Dalam liku-likunya himpunan ini,
Kita masuk ke dalamnya,
Dia masuk dalam diri kita.
Kita cinta
Karena itu kita bisa mencipta
Kita belai dia dengan embun segar
Bagaikan membelai diriku sendiri..., bagiku
Sepertinya sedang membelai sang pacar... bagimu

Bagi kita, Dil.

NB: Diambil dari sepotong "Puisi" kawan karib: Ahmad Wahib untuk Djohan Effendi.


EmoticonEmoticon