Posts

Showing posts from May, 2026

Aku dan Ilusi yang Menepi

Aku bertemu seorang gadis cantik tadi malam di kedai kopi. Sebuah tempat yang paling masuk akal bagi manusia gagal untuk berpura-pura baik-baik saja sambil menyesap Americano pahit, ditemani musik Hindi yang diputar terlalu pelan untuk disebut hiburan. ​Aku datang dengan tubuh lelah dan kepala yang penuh reruntuhan pikiran. Hari itu terlalu panjang untuk disebut hari biasa, tapi terlalu hampa untuk dikenang. Aku duduk di sudut dekat jendela, memandangi jalanan yang basah oleh sisa hujan sembari mencoba berdamai dengan fakta pahit: bahwa usia terus bergerak maju, sementara hidup masih saja tertatih di koordinat yang sama. ​ Lalu ia datang. Berpakaian serba putih dengan bawahan rok hitam. Melangkah pelan bak bidadari mengukur jarak. Seperti sebuah adegan yang ditulis terlalu puitis oleh penulis naskah yang sedang mabuk asmara. ​Pintu kedai terbuka. Angin malam menyusup membawa dingin, dan di belakangnya berdiri seorang perempuan dengan rambut sedikit basah. Matanya teduh. Wajahnya, en...

Laron: Selamat Jalan, Mevrouw

“Kapan terakhir kali kau menyesal?” Ia bertanya dengan wajah begitu tenang, seakan kematian masih teramat jauh dari lehernya.  “Ada banyak berkah yang tak kusyukuri, banyak kesia-siaan yang kutelan. Mungkin, salah satunya adalah kau. Tapi tak pernah kubiarkan rasa sesal menguasaiku. Penyesalan hanya membuat usia terasa makin pendek. Hidup terlalu singkat untuk dipenuhi daftar penyesalan.” Ia menghela napas. Kali ini lebih berat dari sebelumnya. Aku tak tahu apa yang sedang dipikirkannya. Aku lebih memilih menatap wajahnya yang kian tirus diterpa cahaya lampu jalan yang remang—sebuah rahasia yang makin tak mampu kuraba. Angin membawa bau tanah lembap bercampur asap kendaraan yang lewat sesekali.  Di kejauhan seekor anjing menggonggong pendek lalu sunyi kembali jatuh seperti kain hitam yang dibentangkan perlahan. Jalanan makin gelap, juga sepi—mungkin seperti hidupnya. “Kita ini seperti laron,” katanya lirih. “Satu waktu kau menjadi api dan aku menjadi laron. Di waktu lain, aku ...