Search This Blog

Arsip Blog

Followers

Bookmark
Featured Post

Catatan Pengecut di Sudut Kedai Kopi

Aku bertemu dengan gadis cantik tadi malam di kedai kopi. Sebuah tempat yang paling masuk akal bagi manusia gagal untuk berpura-pura baik-baik saja s…
Recent postsView all

Menjadi Asing dalam Rutinitas

Seusai membaca kembali karya Albert Camus, L'Étranger (Orang Asing), aku mulai melihat rutinitas sehari-hari dengan cara yang berbeda. Hidup Meur…

Laron: Selamat Jalan, Mevrouw

“Kapan terakhir kali kau menyesal?” Ia bertanya dengan wajah begitu tenang, seakan kematian masih teramat jauh dari lehernya.  “Ada banyak berkah yan…

Tubuh: Antara Penjara Jiwa, Medan Kekuasaan, dan Komoditas Pasar

Menyoal tubuh adalah persoalan yang tidak pernah ada habisnya selama manusia masih bertubuh (dan bersetubuh). Gugatan eksistensial muncul: Siapa aku?…

Pemilik Senyum 2 Senti

Kita dipertemukan dalam sebuah ketidak-sengajaan. Pada tempat asing yang bahkan belum pernah kita jamah sebelumnya. Tidak ada rencana. Tidak ada jan…

Berteman dengan Sepi

Kesepian itu tidak datang tiba-tiba. Ia memang tidak mengetuk pintu, tidak membawa kabar. Ia menyelinap, perlahan, tanpa suara, melalui celah hari-ha…

Prahara Engineer Bangkalan: Sudah Cinta Mati Kampung, Eh Dibalas dengan Pengangguran

Suatu siang, saat sedang mengajar, ponselku berdering. Nomor lama. Teman lama. Hampir setengah tahun kami tak bertegur sapa. Naluri bilang, ini bukan…