Menjadi Asing dalam Rutinitas Seusai membaca kembali karya Albert Camus, khususnya L'Étranger (Orang Asing), aku mulai melihat rutinitas sehari-hari dengan cara yang berbeda. …
Arti Sebuah Desa Bagi Perantau Bagaimana mestinya aku memulai, Zi? Haruskah aku bersandiwara layaknya Zainuddin saat menyurati Hayati untuk pertama kalinya: “Gemetar, Encik! tangan…
Untuk, Lis: Perihal Sebuah Permintaan Seriusan Lis, aku bingung harus memulai surat ini lewat kalimat apa. Terlintas di benak ingin kumulai lewat permintaan maaf karena takut mengganggu d…
Korespondensi: Untuk Sahabat Bualku, RIke Fisabilillah Boii!! Seberapa sibuk kau bergulat dengan waktu? Padahal sudah kunanti-nanti kau memulai korespondensi seperti permintaanmu tapi tidak kunjung juga…
Korespondensi: Untuk Sahabat Bualku, Wikho Syadjuri Hallo bung. Dalam keadaan hati senyap dan tidak bergairah, entah kenapa aku teringat padamu. Kau menjelma bak siluet dalam keremangan senja tanpa d…
Catatan SilaturaHMI: Khittah Perjuangan dan Wikho Syadjuri Mungkin kaca spion kita terlalu besar saat melihat HMI, sehingga yang tampak darinya adalah bayangan masa lalu (sejarah). Atau mungkin, HMI saat i…
Bukan Huruf, Tapi Buta Data “Dulu kita mengatakan jika buta huruf adalah ukuran kemunduran. Tapi hari ini, atau berapa tahun kelak, ukuran kemunduran adalah mereka yang tidak ma…