Search This Blog

Arsip Blog

Followers

Bookmark
Featured Post

Aku dan Ilusi yang Menepi

Aku bertemu seorang gadis cantik tadi malam di kedai kopi. Sebuah tempat yang paling masuk akal bagi manusia gagal untuk berpura-pura baik-baik saja …

NIH, PROFILNYA

Saya, Sirojul Lutfi. Lelaki penikmat senja akibat gagal bercinta dengan matahari. Panggilan? Banyak. Yang fasih bahasa Arab biasa memanggil Siroj—alasannya tanya mereka. Yang akrab memanggil Rojul. Yang gemar mengejek memanggil Siro, anjingnya Shinchan. Ada pula yang memanggil Lutfi, biasanya kami belum cukup dekat.

Lahir di pulau yang tidak mengenal semi: gersang, asin, dan keras kepala. Tidak medhok. Apalagi ngapak.

Pernah mondok selama enam tahun, meski sampai sekarang masih sering lupa membaca doa sebelum makan. Sempat berkelana di komunitas sastra, filsafat, dan organisasi mahasiswa berpayung Himpunan di Yogyakarta. Selebihnya, hanyalah lelaki yang dipaksa mencintai buku dan tulisan setelah cedera hamstring membuat hidup berjalan pincang selama bertahun-tahun.

Dulu bercita-cita menjadi Power Ranger agar bisa ikut menumpas kejahatan di muka bumi, tapi usia datang terlalu cepat dan kenyataan terlalu pandai menertawakan mimpi.

Oya, saya orangnya sedikit pemalas, slenge’an, nyeleneh, dan tidak terlalu romantis. Perihal mencium juga tampaknya biasa saja. Tapi soal kesetiaan—khusus untuk perempuan, tentu saja—boleh diadu. Toh malaikat juga tahu siapa juaranya.

Post a Comment