Search This Blog

Arsip Blog

Followers

Bookmark
Featured Post

Aku dan Ilusi yang Menepi

Aku bertemu seorang gadis cantik tadi malam di kedai kopi. Sebuah tempat yang paling masuk akal bagi manusia gagal untuk berpura-pura baik-baik saja …

Satu Paragraf: Apa Aku Bahagia?

Aku menghadap cermin dan memandangi pantulanku sendiri. Aku melihat aku. Seseorang yang masih tampak sama, tapi sebenarnya telah sangat jauh berubah. Kucoba tersenyum, dan tiba-tiba kenangan datang seperti tangan-tangan halus yang menjemputku pulang ke masa lalu: masa kanak-kanak yang riang tanpa banyak ketakutan, masa remaja yang penuh gelak tawa dan kegembiraan, hingga masa awal kuliah ketika hidup terasa begitu luas dan masa depan tampak menjanjikan. Aku teringat kawan-kawan lama, percakapan panjang, mimpi-mimpi yang dulu kami bangun dengan begitu yakin, seolah dunia benar-benar bisa ditaklukkan hanya dengan keberanian dan idealisme. Kini mereka telah berjalan jauh ke depan, menapaki garis hidupnya masing-masing dengan mantap, sementara aku merasa masih tertinggal di belakang, terjebak dalam lorong perenungan yang melelahkan. Kadang aku bertanya pada diri sendiri: sebenarnya apa garis hidupku? Apa aku tampak menyedihkan? Lalu muncul pertanyaan lain yang lebih pelan tetapi lebih menyakitkan: apa aku benar-benar sedih? Sebenarnya, apa itu kebahagiaan? Apakah bahagia harus selalu tampak seperti hidup mereka? Mengapa orang-orang sulit memahami bahwa aku hidup dengan caraku sendiri, bukan dengan kehidupan yang mereka anggap ideal? Jika aku tidak memiliki apa yang mereka miliki, apakah itu otomatis membuat hidupku gagal? Aku kembali memaksa diriku tersenyum pada bayangan di cermin, lalu bertanya sekali lagi, “Apa kamu bahagia?” Suara kecil dalam diriku menjawab samar: aku bahagia menjalani hidupku, melakukan hal-hal yang kusukai, juga hal-hal yang kadang tidak kusukai. Mungkin bukan hidupku yang membuatku sedih, melainkan ekspektasi orang-orang terhadap hidupku. Jika memang bahagia, mengapa aku masih enggan bertemu teman-teman lama? Mengapa aku terus bersembunyi? Apa yang sebenarnya salah dariku? Sampai kapan aku akan hidup seperti ini? Aku tak punya jawaban pasti. Aku tidak tahu kenapa aku selalu gagal membanggakan hidup yang kupunya di hadapan orang lain. Tidak tahu kenapa aku memilih menjauh dan menutup diri. Bahkan aku pun belum benar-benar mampu menerima kenyataanku sendiri. Barangkali aku hanya takut—takut terluka, takut dihakimi, takut mendengar bagaimana orang lain menilai hidupku yang tak berjalan seperti kebanyakan orang. Atau mungkin, diam-diam aku memang telah berubah menjadi manusia yang terlalu tertutup, terlalu sibuk hidup di dalam kepalanya sendiri, hingga lupa bagaimana caranya kembali akrab dengan dunia

1 comment

1 comment

  • Blog27999
    Blog27999
    March 11, 2020 at 10:49 AM
    If you're trying to lose fat then you certainly have to try this totally brand new custom keto meal plan.

    To produce this keto diet, certified nutritionists, fitness couches, and chefs united to produce keto meal plans that are powerful, decent, cost-efficient, and delightful.

    Since their launch in January 2019, 100's of clients have already transformed their figure and well-being with the benefits a proper keto meal plan can give.

    Speaking of benefits: in this link, you'll discover eight scientifically-proven ones offered by the keto meal plan.
    Reply