Search This Blog

Arsip Blog

Followers

Bookmark
Featured Post

Aku dan Ilusi yang Menepi

Aku bertemu seorang gadis cantik tadi malam di kedai kopi. Sebuah tempat yang paling masuk akal bagi manusia gagal untuk berpura-pura baik-baik saja …
Recent postsView all

Laron: Selamat Jalan, Mevrouw

“Kapan terakhir kali kau menyesal?” Ia bertanya dengan wajah begitu tenang, seakan kematian masih teramat jauh dari lehernya.  “Ada banyak berkah yan…

Tubuh: Antara Penjara Jiwa, Medan Kekuasaan, dan Komoditas Pasar

Menyoal tubuh adalah persoalan yang tidak pernah ada habisnya selama manusia masih bertubuh (dan bersetubuh). Gugatan eksistensial muncul: Siapa aku?…

Berteman dengan Sepi

Kesepian itu tidak datang tiba-tiba. Ia memang tidak mengetuk pintu, tidak membawa kabar. Ia menyelinap, perlahan, tanpa suara, melalui celah hari-ha…

Prahara Engineer Bangkalan: Sudah Cinta Mati Kampung, Eh Dibalas dengan Pengangguran

Suatu siang, saat sedang mengajar, ponselku berdering. Nomor lama. Teman lama. Hampir setengah tahun kami tak bertegur sapa. Naluri bilang, ini bukan…

Dalam Sunyi Ada Eksistensi

Terkadang ada hal yang ingin kita sampaikan bukan untuk dijawab, tapi sekadar supaya ada yang tahu bahwa kita masih ada. Malam ini aku menulis kepada…

Kesunyian yang Bernama Dunia

Saat aku berlari ke hutan dan berteriak seperti Tarsan, hutan tetap sibuk dengan dirinya sendiri. Pepohonan tidak peduli. Burung-burung tak menoleh. …